Semua use case

Auto-Merge PR Rilis Secara Terjadwal

Beri tahu Zero kapan harus mengirim PR rilis dan mana yang dilewati. Ia menjalankan pemeriksaan sesuai irama Anda, melewati perubahan berisiko, dan merge sisanya secara otomatis.

Zero terhubung ke:GitHubSlack

Apa yang Zero berikan

Apa masalahnya

PR rilis baru terbuka setiap kali branch main Anda mengumpulkan cukup commit — pada kebanyakan tim, sekali atau dua kali sehari. Seseorang harus melihat diff-nya, memastikan CI hijau, memutuskan apakah changelog memuat sesuatu yang mengkhawatirkan, klik Merge, lalu mengawal deploy-nya. Jika orang itu sedang rapat, tidur, atau di benua lain, rilis pun teronggok. Commit terus menumpuk di atasnya, changelog membengkak, dan merge jadi makin berisiko. Anda beri tahu Zero sekali — jalankan pemeriksaan rilis sekali per hari kerja, lewati yang berisiko, merge selama jam kerja, posting ke channel rilis — dan sejak itu, pengiriman berjalan sendiri, sesuai jam tim Anda.

Bagaimana Zero memperbaikinya

Langkah 1: Hubungkan alat Anda

GitHub
GitHub
Wajib
GitHub — Zero mendaftar PR rilis, memeriksa perubahan file, memastikan status CI, dan mengaktifkan auto-merge. Akses tulis repository diperlukan agar Zero bisa memicu merge.
Hubungkan
Slack
Slack
Wajib
Slack — Zero memakai koneksi Slack Anda untuk mengumumkan merge, menandai PR yang dilewati, dan mengeskalasi yang berisiko. Tanpa Slack, Zero masih bisa merge tetapi tidak punya tempat melapor.
Hubungkan

Langkah 2: Tanya Zero

@Zero setiap hari kerja pukul 3 sore, cek repo kami untuk PR rilis yang terbuka. Jika tidak ada file migrasi DB, aktifkan auto-merge dengan squash agar terkirim begitu CI lolos — lalu posting pembaruan di #release-notify.
Zero memeriksa PR rilis sesuai irama Anda
Zero berjalan pada jadwal yang Anda tetapkan — sekali per hari kerja untuk kebanyakan tim, tiap jam untuk yang velositasnya tinggi — dan menanyakan ke GitHub PR rilis terbuka di branch default Anda. Di luar jendela itu, ia tidak melakukan apa pun. Tanpa merge di luar jam kerja, tanpa kejutan akhir pekan.
Zero memeriksa setiap PR terhadap aturan keamanan Anda
Zero membaca daftar file di PR. Jika ada file yang cocok dengan jalur sensitif yang Anda tandai (migrasi, infra, billing), ia melewati merge dan mencolek channel agar manusia yang memutuskan. Jika tidak, ia memastikan pemeriksaan CI wajib lolos.
Zero mengaktifkan auto-merge dan melaporkan hasilnya
Untuk PR yang lolos kebijakan, Zero menjalankan `gh pr merge --auto --squash` sehingga PR masuk begitu CI berubah hijau. Saat merge masuk, Zero memposting baris status ringkas kembali ke channel rilis Anda.

Langkah 3: Lanjutkan lebih jauh

Perketat kebijakan secara langsung
Tambahkan aturan baru tanpa menyentuh kode.
@Zero mulai sekarang, lewati PR rilis apa pun yang changelog-nya menyebut `infra` atau `billing`.
Eskalasi yang berisiko
Minta Zero menandai — bukan merge — PR yang seharusnya dilewati.
@Zero saat kamu menemukan PR rilis dengan file migrasi, buka thread di #dev dan tandai @oncall dengan link diff-nya.
Naikkan iramanya saat Anda siap
Beralih dari harian ke beberapa kali sehari setelah kebijakan teruji.
@Zero mulai minggu depan, jalankan pemeriksaan auto-merge rilis dua kali sehari — sekali pagi, sekali setelah makan siang — bukan hanya pukul 3 sore.

Tips untuk hasil yang lebih baik

Mulai dengan satu pemeriksaan per hari dan naikkan irama hanya setelah kebijakan layak dipercaya. Harian memberi tim ritme pengiriman yang dapat diprediksi tanpa merasa diawasi.
Tuangkan aturan rilis tak tertulis Anda ke dalam prompt. 'Lewati migrasi' sudah jelas; 'jeda merge saat jendela demo' atau 'jangan pernah kirim Jumat sore' adalah aturan diam yang perlu Zero ketahui.
Rangkai dengan brief engineering harian agar laporan pagi Anda dibuka dengan 'rilis kemarin terkirim, N commit di dalamnya, M PR masih antre'. Pasangkan pengiriman otonom dengan pelaporan yang terlihat.